Cerita Sedih Siswa Yang Meninggal Setelah MOS

usus buntu

Ibunda Evan yang sedang memegang foto anak kesayangannya.

KOLOKLIN.COM – Siswa yang bernama lengkap Evan Christoper Situmorang sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, sempat merasa sakit di bagian betis dan sekitaran kaki. Bocah 12 tahun ini meninggalkan dunia ini seusai beresnya MOS atau Masa Orientasi Siswa. Cerita Sedih Siswa Yang Meninggal Setelah MOS

Badruzaman selaku Kepala Puskesmas Kaliabang Tengah menduga, Evan mempunyai penyakit lain yang menerpa tubuhnya, setelah diperiksa kadar asam uratnya sangat normal sekali.

Kecurigaan Kepala Puskesmas itu datang, saat ia memeriksa jumlah leukosit Evan sangat over sekali sampai-sampai melebihi batas normal yang mencapai 10.000/mm3.

Badruzaman menyebutkan “Kami curiga ada infeksi di dalam tubuh, karena dari hasil pemeriksaan laboratorium jumlah leukosit Evan mencapai 13.000/mm3”.

Kepala Puskesmas itu pun merekomendasikan kepada keluarga Evan, supaya membawanya ke Rumah Sakit, guna pemeriksaan lebih intensif.

Ternyata sebelum Badruzaman itu merekomendasikan supaya ke Rumah Sakit, ia mengindikasi bahwa evan mempunyai infeksi di bagian perut atau ada usus buntu, makannya Badruzaman langsung menyuruh keluarga pasien cepat-cepat bawa ke Rumah Sakit.

Diperjalanan Evan terus menerus merengek kesakitan pada betis dan kakinya. Ketika ditanya oleh orang tuanya, ternyata Evan sakit betis dan kaki karena terlalu berat beban yang dipikulnya saat dalam Masa Orientasi Siswa atau MOS.

Dokter mengira Evan hanya kelelahan saja, sehingga Evan hanya diberi obat nyeri saja oleh dokter itu. Pada tanggal 28 juli kemarin Evan datang lagi menemui dokter, karena kondisinya semakin hari, semakin menurun.

Setelah dokter melihat hasil laboratorium, nampaknya kadar asam uratnya masih normal. Tetapi kadar sel darah putihnya (Leukosit) menembus angka normal yakni 13.000/mm3. Ini terjadi karena infeksi di dalam tubuh, bisa jadi karena makanan yang ia konsumsi, jelas Dokter tersebut.

Dua hari setelah itu, waktu menunjukan siang hari bolong, naasnya keluarga Evan dikejutkan oleh Evan yang tiba-tiba mengalami kejang-kejang.

Lalu oleh pihak keluarga, Bocah berumur 12 tahun itu langsung dibawa ke RS Ibu dan Anak Sayang Bunda yang jaraknya lumayan dekat dengan rumah Evan. Ironisnya, pihak rumah sakit malah menolak, karena alasan peralatan yang kurang memadai disini. Tidak pikir panjang lagi Evan langsung dirujuk ke RS Cipta Harapan Indah, yang lumayan sedikit jauh dari sana, menghabiskan waktu sekitar 40 menit.

Setelah sampai di RS Cipta Harapan Indah, sang dokter pun menyebutkan bahwa Evan meninggal dunia. Dan menurut dokter, almarhum meninggal saat di perjalanan. Ratna Gumaroah (Ibunda Evan) berucap, “Anak saya meninggal dunia karena penanganan dokter yang telat, sebab saat di RS Ibu dan Anak Sayang Bunda ditolak.

One thought on “Cerita Sedih Siswa Yang Meninggal Setelah MOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *